Purwanta’s Weblog *Catatan Harian*

Marilah Berlomba-Lomba dalam Kebaikan

Bintek SMK RSBI 2011 Juli 1, 2011

Filed under: SMK SBI — purwanta @ 3:30 pm

Resume Bintek SMK RSBI 2011

30 Juni – 2 Juli 2011

 

******************************

Kebijakan Penyelenggaraan SMK SBI

Prof. Baedhowi

Plt. Dirjen Pendidikan Menengah

***********************************

 

Amerika :  proses perbaikan terus menerus, Apresiasi masyarakat bagus sekali

Hasil Penelitian : RSBI masih dibutuhkan

a.      Nilai UN yang baik

b.      Dikritik biaya pendidikan, masih ada tidak lulus

Pendidikan Karakter : Ditumbuhkan dari Keluarga, Sekolah : Guru dan KS

Pendidikan Bermutu : Tidak perlu ada pengawasan, tetapi menggunakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS)  dari 8  Standar Nasional Pendidikan.

 

Pesan : Dalam mengelola bantuan sosial

1.      Mutu jangan dikorbankan : pakai SOP  

Distribusi 2 cara : dibeli di pusat

Swakelola : pakai prinsip perpres 54 : efisiensi, transparansi dan akuntabilitas,

Kalau Lelang : Jadi Bangunan 65,5%, Biaya perencanaan & Pengawasan 13 %, PPN 11,5% Keuntungan Pengusaha 10%

 

2.      AMAN :

a.  Proses Pelaksanaan. Alat tidak bisa di swakelola, tetapi harus di beli.

b.  Harga dapat dipertanggung jawabkan

c.  Fisiknya aman

 

Output Bantuan :

1.      Tidak Cacat Administrasi

2.      Tidak Cacat Hukum

3.      Tidak Cacat Fisik

 

3 Pro : menunjang kebijakan pemerintah

1.      Pro Pour (dari keluarga tidak mampu ) : BKM

2.      Pro Job (menghasilkan lulusan yang bisa mandiri) : tidak menciptakan pengangguran masal

3.      Pro Goes (Berpihak pada pertumbuhan) : kerjasama dengan DUDI dan penyesuaian Kurikulum dengan DUDI, sesuai kondisi daerah dan lapangan kerja

 

3 Kelompok besar :

1.      Anak harus Cerdas, tidak hanya nilai tinggi tapi nilainya dapat dipahami untuk kehidupan (knowledge)

2.      Menanamkan ketrampilan, tidak harus beli tapi bisa kerjasama dengan industry (skill)

3.      Menanamkan karakter, memproduksi barang yang bagus dengan kejujuran (attitude)

 

 

***************************************

Benchmarking dan School Partnership SMK RSBI

****************************************

 

1.      Indonesia (Seameo Seamolec) dan Thailand (Ovec), alasan :

a. tidak mau  sembarang sekolah LN mau menandatangani MOU.

b. Kepentingan yang sama untuk punya partner : Jaminan dari Pemerintah, lewat G to G.

2.      Menyusun action plan

3.      Collaborative study

4.      Research Teachers

 

Follow Up : Thailand Partnership TVET Plan

Program bersama antara Negara :

1.      Bordeless school dan seamless education – untuk politeknik, SMA dan SMK

2.      Bidang IT, Pariwisata, Akuntansi, Bahasa Indonesia

 

Bagaimana bergabung :

1.      Ikut training pra partner school akhir juli 2011

2.      Sekolah mengirim 1 teknisi IT dan 1 guru selama 3 hari > sms – seamolec – multi studio

3.      Merencanakan pembiayaan

4.      Mengembangan seacyberclass

 

Anti rismayanti : anti@seamolec.org

Prayitno : prayitno@seamolec.org

 

 

*****************************

Pendampingan SMM ISO 9001:2008

Subdit Kelembagaan

Bp. Bayu

*****************************

Program Pendampingan Sertifikasi ISO 9001:2008, SMK RSBI sebagai leader dimana diharapkan tahun 2014 semua SMK harus sudah ISO.

 

1.      Warga SMK belum memahami ISO

2.      Diklat ISO awareness

3.      Penyusunan dokumen

4.      Diklat ketrampilan Audit Internal

5.      Audit Internal

6.      Scanning

7.      Pre-Audit

8.      Sertifikasi

 

Alokasi dana RSBI pendampingan : Rp. 15 Juta digunakan untuk :

1.      Biaya transport

2.      Uang lelah/honor

3.      Konsumsi

4.      Pengadaan bahan

5.      Biaya lain yang mendukung

 

Persyaratan SMK RSBI :

1.      Memiliki Sertifikat ISO 9001:2008

2.      Memiliki Tim Pengembang (Lead Auditor/diklat lain)

 

Persyaratan SMK Client :

1.      Belum pernah menerima bantuan sertifikasi ISO

2.      Telah meluluskan siswa minimal 2 tahun berturut-turut sejak 2009/2010

3.      Memiliki komitment dan kesanggupan untuk memperoleh sertifikat ISO

4.      Diusulkan oleh SMK Pendamping

5.      Diprioritaskan SMK yang memiliki lahan dan bangunan sendiri dengan jumlah kelas minimal di atas 3 kelas

SMK Client :

1.      Mempersiapkan/menyusun proposal secara lengkap termasuk pengesahan dari dinas Kab. Kota, sesuai panduan pelaksanaan

2.      SMK yang siap melaksanakan eksternal audit, diharapkan menjadwalkannya setelah dana diterima (tidak dapat dapat dire emburse)

 

******************************************************

SMM ISO 9001:2008 bidang pendidikan berdasarkan IWA 2 : 2007

Yerry Taizar (Vice President)

******************************************************

 

MATERI PENGEMBANGAN PBM BERDASAR AKREDITASI

Filed under: Manajemen — purwanta @ 3:03 pm

1. Kaidah Pengelolaan Kelas (21)
a. Guru mengatur tempat duduk sesuai dengan karakteristik siswa dan mata pelajaran, serta aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan;
b. Volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus dapat didengar dengan baik oleh siswa;
c. Tutur kata guru santun dan dapat dimengerti oleh siswa;
d. Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar siswa;
e. Guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, keselamatan, dan kepatuhan pada peraturan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran;
f. Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung;
g. Guru menghargai siswa tanpa memandang latar belakang agama, suku, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi;
h. guru menghargai pendapat siswa;
i. Guru memakai pakaian yang sopan, bersih, dan rapi;
j. Pada tiap awal semester, guru menyampaikan silabus mata pelajaran yang diajarkannya; dan
k. Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

2. Langkah-langkah pembelajaran meliputi : (22)
1) kegiatan pendahuluan;
2) kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi); dan
3) kegiatan penutup.

3. Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis. RPP yang dikembangkan guru memuat : (19)
1) identitas mata pelajaran;
2) SK;
3) KD dari silabus yang akan dicapai;
4) indikator pencapaian kompetensi.
5) tujuan pembelajaran;
6) materi ajar;
7) alokasi waktu yang diperlukan;
8) metode pembelajaran;
9) kegiatan pembelajaran;
10) penilaian hasil belajar; dan
11) sumber belajar.

4. Tujuh langkah pengembangan silabus : (15)
1) mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar (pemetaan);
2) mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran;
3) mengembangkan kegiatan pembelajaran;
4) merumuskan indikator pencapaian kompetensi;
5) menentukan jenis penilaian;
6) menentukan alokasi waktu; dan
7) menentukan sumber belajar.

5. Guru memberikan tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (dilakukan pengecekan terhadap dokumen pemberian tugas, hasil pekerjaan siswa, nilai tugas dan sejenisnya, dan pemberian tugas dari guru kepada siswa untuk membaca dan mengerjakan topik tertentu). (10)

6. Dokumen pelaksanaan pembelajaran pada setiap mata pelajaran yang memanfaatkan TIK dan jenis TIK yang digunakan (seperti: komputer (laptop), penggunaan power point, LCD, e-learning, pemanfaatan bahan ajar dari internet, dsb). (12)

7. Guru menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran dengan memperhatikan unsur:
1) karakteristik siswa,
2) karakteristik mata pelajaran, dan
3) kondisi program keahlian.
Karakteristik siswa antara lain dimaknai dengan tingkat perkembangan siswa baik psikologis, sosial, latar belakang lingkungannya. Karakteristik mata pelajaran dimaknai dengan tingkat kesulitas SK/KD tiap-tiap mata pelajaran. Kondisi program keahlian dimaknai dengan kelengkapan sarpras serta kulitas guru. (17)

8. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah mencakup tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penilaian hasil pembelajaran. (27)

9. Tahap-tahap supervisi meliputi :
1) Tahap perencanaan;
2) Tahap pelaksanaan; dan
3) Tahap penilaian hasil pembelajaran;
Pelaksanaan supervise proses pembelajaran pada setiap aspeknya, mencakup 4 cara yaitu : pemberian contoh; diskusi; pelatihan dan konsultasi. (28)

10. Evaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan memperhatikan 4 aspek, yaitu 1) persiapan, 2) pelaksanaan, 3) evaluasi pembelajaran, dan 4) rencana tindak lanjut. (29)

11. Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran. (31)
Bukti tindak lanjut pengawasan meliputi :
1) memberikan penghargaan terhadap guru yang telah memenuhi standart; dan/atau
2) memberikan teguran yang bersifat mendidik terhadap guru yang belum memenuhi standar; dan/atau
3) memberikan kesempatan para guru untuk mengikuti pelatihan/penataran.

12. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan. (32)
Jawaban dibuktikan dengan ketuntasan belajar di dalam KTSP yang ditetapkan oleh program keahlian untuk kelompok mata pelajaran ipteks seperti Bahasa, Matematika, IPA, IPS, dan TIK. Kriteria ideal ketuntasan minimal 75,00. Dihitung rata-rata nilai ketuntasan belajar seluruh mata pelajaran ipteks pada satu tahun terakhir

13. Siswa terlibat dalam kegiatan belajar yang berkaitan dengan analisis dan pemecahan masalah-masalah kompleks. (32)
Jawaban dibuktikan dengan daftar hadir kegiatan dan adanya dokumen kumpulan hasil diskusi siswa, kumpulan kliping, laporan kegiatan hasil analisis tentang terjadinya gempa bumi, banjir, gejala sosial, pengangguran, kemiskinan, kenakalan remaja, dan lain-lain, yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa.

14. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial melalui mata pelajaran IPA dan IPS (34)
Jawaban dibuktikan dengan ketuntasan belajar di dalam KTSP yang ditetapkan oleh program keahlian untuk mata pelajaran IPA dan IPS. Kriteria ideal ketuntasan minimal 75,00. Bukti dokumen diambil pada satu tahun terakhir. Untuk program keahlian teknologi, pertanian, dan kesehatan yang dimaksudkan IPA adalah Matematika, Fisika, Kimia, dan/atau Biologi.

15. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam kelompok mata pelajaran adaptif secara efektif (35)
Jawaban dibuktikan dengan difungsikannya sumber-sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa dan ditunjukkan dengan dokumen pemanfaatan berbagai fasilitas seperti laboratorium, perpustakaan, internet dsb.

16. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar (36)
Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa seperti: mengunjungi perpustakaan, museum iptek, mengakses internet, menyelenggarakan kelompok ilmiah remaja, kelompok belajar Bahasa Asing (misalnya Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, Bahasa Perancis dan lain-lain), sumber- sumber belajar lapangan (misalnya museum, kebun raya, pusat industry, bengkel, perkantoran dan lain-lain)

17. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab (37).
Jawaban dibuktikan dengan adanya dokumen pelaksanaan kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa dan dapat memberikan pengalaman tentang pemanfaatan lingkungan baik di dalam maupun di luar kelas seperti: bengkel untuk praktik las, daur ulang sampah, kantor, pemerintahan, kunjungan ke laboratorium alam, outbound dan lain-lain.

18. Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya (38).
Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa seperti: pekan bahasa, seni dan budaya, pentas seni, pameran teknologi, teater, latihan tari, latihan musik, latihan vokal, keterampilan membuat barang seni, dan lain sebagainya.

19. Siswa memperoleh pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya (39).
Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa seperti: mengunjungi pameran kria, museum/galeri seni, konser musik, pagelaran tari, drama dan sebagainya.

20. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab (40)
Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan terprogram yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa seperti: layanan konseling (misalnya: perencanaan karir, kehidupan pribadi, kemampuan sosial, dan lain-lain); dan/atau kegiatan ekstrakurikuler (misalnya: kegiatan kepramukaan, latihan kepemimpinan, PMR, seni, olahraga, pecinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan, bakti sosial, dan lain-lain).

21. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan social. (41)
Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan penegakan aturan-aturan sosial yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa, dan/atau peraturan-peraturan yang di dalamnya mengatur ketertiban siswa seperti: hormat kepada guru dan orang yang lebih tua, berbicara dan bersikap santun dengan orang lain, datang tepat waktu, pemakaian baju seragam, tidak terlibat tawuran, tidak terlibat penyalahgunaan obat-obat terlarang, menghadiri ceramah penanggulangan HIV, sosialisasi narkoba, dsb.

22. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif untuk mendapatkan hasil terbaik (42)
23. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik (43)
Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa seperti: pertandingan olahraga antarkelas, lomba seni suara antar kelas, cerdas cermat, dan lomba olahraga di tingkat kabupaten/provinsi/nasional, dll.
24. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI. (44)
Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa seperti: upacara hari besar kenegaraan, PMR, kegiatan OSIS/M, kegiatan sosial membantu korban banjir, dan lain-lain.
25. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan (45)
Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa seperti: program pembiasaan 7K, prestasi bidang olahraga, PMR, lomba kebersihan antar kelas, dan muatan lokal yang relevan, dll.
26. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan (49).
Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa seperti: mengunjungi panti sosial, panti jompo, panti asuhan, korban bencana alam, dsb., Layanan pengembangan diri dalam bentuk konseling dan/atau kegiatan ekstrakurikuler baik terprogram maupun tidak terprogram seperti, layanan konseling, upacara bendera, ibadah, kebersihan, dan lain-lain.

27. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain (50).
Jawaban dibuktikan dengan dokumen hasil diskusi atau kerja kelompok.

28. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok (51)
Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa dan hasil karya siswa seperti: melukis, kerajinan tangan, karya teknologi tepat guna, seni tari, lagu ciptaan, seni pertunjukan, dll.

29. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun (52)
Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya tentang kegiatan sosial, presentasi di depan kelas, membuat pantun, membuat dan membaca puisi, prosa, esai, monolog, latihan drama, naskah cerpen yang memperoleh penghargaan/pujian, dan memiliki tradisi senyum, sapa, dan salam (3S).

30. Siswa memperoleh keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis (53).
Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa dan hasil karya siswa seperti: penugasan latihan keterampilan menulis siswa, hasil portofolio siswa, buletin internal karya siswa, majalah dinding yang terisi dengan rubrik tulisan terbaru, hasil karya siswa yang memperoleh penghargaan/pujian, daftar para juara lomba pidato serta penulisan karya tulis, laporan kunjungan ke industri, laporan studi kunjungan lapangan seperti ke museum, industri, perkebunan, perkantoran dll.

31. Siswa memperoleh keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris (54)
Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa seperti: diskusi kelompok, mengarang, menulis dalam bahasa Inggris, debat dalam bahasa Inggris, presentasi di depan kelas baik dengan bahasa Indonesia maupun dengan bahasa Inggris, dsb.

32. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan ipteks (ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni) seiring dengan perkembangannya. (55).
Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya diikuti oleh 90% siswa seperti: pendalaman materi matematika, fisika, kimia, biologi, lomba karya ilmiah remaja (LKIR), uji kompetensi, olimpiade, LKS, dan lain-lain.

 

CATATAN BERKAS MoU BOMM SMK

Filed under: Manajemen — purwanta @ 2:56 pm

 I. PROPOSAL SUBSIDI BOMM    1  BUKU

      BERKAS UNTUK PENARIKAN DANA  BOMM

      ( Masing-masing  rangkap  4 )  dengan meterai Rp. 6.000,-

          1.   BERITA ACARA SERAH TERIMA PROPOSAL

                  BA ditanda tangani tanpa meterai

           2.  SURATPERJANJIAN PEMBERIAN SUBSIDI ( SPPS )

                  Yang perlu diperhatikan :

                   –  Lembar  1 sebelum tanda tangan   diberi meterai  dipihak ke I 

                   –  Lembar  2 sebelum tanda tangan   diberi meterai  dipihak ke I 

                   –  Lembar  3 sebelum tanda tangan   diberi meterai  dipihak ke II 

                   –  Lembar  4 sebelum tanda tangan   diberi meterai  dipihak ke II

            3.    BERITA ACARA PEMBAYARAN

                     Sama dengan Nomor 2 yaitu :

                   –  Lembar  1 sebelum tanda tangan   diberi meterai  dipihak ke I 

                   –  Lembar  2 sebelum tanda tangan   diberi meterai  dipihak ke I 

                   –  Lembar  3 sebelum tanda tangan   diberi meterai  dipihak ke II 

                   –  Lembar  4 sebelum tanda tangan   diberi meterai  dipihak ke II

           4.  KWITANSI PEMBAYARAN

                  Yang perlu diperhatikan :

                   –  Kwitansi yang diberi meterai hanya pada Lembar  1  Rp. 6.000,-

                   –  Lembar  2 ,3 dan 4 tanpa  meterai

 II.    REKENING a.n KOMITE SMK YANG BERSANGKUTAN  PADA BANK MANDIRI CABANG  SETEMPAT.

          1.  CARA PEMBELIAN BAHAN

                Setiap pembelian : harus ada

                                               1. Kwitansi sebesar pembelian

                                               2. Rincian lampiran pembelian ditanda tangani Penerima barang

                                               3. Jika Pembelian lebih dari 1 juta  diberi metetai  Rp. 6000,-

                                               4. Pembelian lebih dari 1 juta harus ada Pajak PPN dan PPH

                                               5. Lebih dari 10 juta  dibuatkan Berita Acara Prestasi Pekerjaan     ( Juknis halaman 48 )

  1. PEMBUKUAN YANG HARUS DIBUAT DI SMK
    1. Buku Kas Umum  ( BKU )
    2. Buku Pajak
    3. Buku Bank
    4. Buku Inventaris

Catatan :

  1. Buku Kas Umum  ( BKU ) dibuat mulai Januari s.d Desember 2011
  2. Setiap 3 bulan ada pemeriksaan Kas oleh Ketua Komite dan dibuatkan  BA Penutupan Kas
  3. Pajak harus sudah disetor pada akhir bulan pembelian  paling lambat tgl. 5 bulan berikutnya.
  4. BKU pada akhir Bulan Desember 2011 harus sudah Nihil 
  5. Dalam Penulisan di BKU cukup jumlah di kwitansi saja, tidak dirinci per barang pembeliannya
  6. Setiap Pembuatan Kwitansi cermati antara angka dengan terbilang
  7. Kwitansi tidak boleh ada coretan/kesalahan
 

Benchmarking ke ITE College, Singapura Juni 30, 2011

Filed under: SMK SBI — purwanta @ 1:32 pm

Kabar menggembirakan tentang SMK Muhammadiyah Kudus yang baru-baru ini telah melaksanakan Benchmarking ke Institute Technical of Education (ITE) College, Singapura yang diwakili oleh Kepala SMK Muhammadiyah Kudus, Purwanta Agung, S.Pd.MM bersama beberapa Kepala SMK RSBI yang dikoordinasi oleh Direktorat Pembinaan SMK, Kemendiknas, Jakarta pada tanggal 13 sd 17 Juni 2011.

Acara ini dalam rangka menjalin hubungan dan kerjasama SMK Muhammadiyah Kudus dengan sekolah-sekolah yang berada di negara-negara maju anggora OECD antara lain Singapura. “Pada kesempatan tersebut juga ditanda tangani Term of Collaboration dalam hal Master Trainers Pedagogy Programme (MTPP) untuk guru dan Leaders Training Workshop (LTW) untuk kepala sekolah” ujar Purwanta Agung.

Seperti diketahui bahwa ITE College terdiri dari ITE College Central yang berkonsentrasi pada bidang Design and Engineering Service, ITE College West pada bidang Business and Hospitality Services dan ITE College East pada bidang Science, Technology and Lifestyle Services.
‘’Diharapkan dengan kerjasama tersebut dapat menunjang dan meningkatkan proses belajar mengajar sesuai dengan standar internasional dan membekali siswa untuk lebih meningkatkan bakat dan potensinya,” paparnya. Dan sebelumnya, pihaknya juga sudah pernah mencatatkan beberapa perolehan prestasi, diantaranya koordinator data entry pemilu Kabupaten Kudus pada pemilu tahun 2004 dan 2009, lalu menjadi ICT Center (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi). Kemudian tahun 2006 menjadi standar nasional dan tahun 2007 menjadi SMK RSBI dan pada tahun berikutnya meraih Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008.

 

Prakata Silaturahim Halal Bi Halal 2010 September 25, 2010

Filed under: Tak Berkategori — purwanta @ 1:52 pm

Prakata Kepala SMK Muhammadiyah Kudus
Dalam Silaturahim Halal Bi Halal Keluarga Besar
SMK Muhammadiyah Kudus Tahun 2010
19 September 2010

Assalamu’alaikum Wr Wb
Yang kami hormati :
1. Bapak-bapak PD Muhammadiyah Kudus beserta ibu
2. Bapak-Bapak Pimpinan Majlis Dikdasmen Kab Kudus beserta ibu.
3. Bapak-Bapak Komite Sekolah
4. Bp.Drs.H. Sajad Abdi, M.Pd.
5. Tamu istimewa :Christian n desrosiers, tenaga sukarela aminef SMK Muh Kudus selama 10 bulan yad, dari Univ Amhers College, asal Waynesboro pennsilvania.
6. Bp/Ibu Tamu Undangan dari Tetangga dekat SMK Muh Kudus
7. Bp/Ibu Guru/Karyawan SMK Muh Kudus
8. Tamu undangan lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

Pertama kali, mari kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan taufiq dan hidayah Nya, kenikmatan dan kesehatan, sehingga kita semua bisa menghadari acara pada siang hari ini dalam kondisi sehat wal afiat.

Kedua, kami atas nama pimpinan sekolah mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu/Saudara sekalian dalam memenuhi undangan kami dalam kegiatan silaturohim syawalan ini. Dan permohonan maaf yang sebesar besarnya bila menerima dan menyambut kehadiran bapak ibu banyak kekurangan dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada dan dalam suasana yang sederhana. Mudah-mudahan hal ini tidak mengurangi nilai dan makna pertemuan hari ini.

Bapak/Ibu yang dimuliakan Allah SWT.
Bulan Ramadlon 1431 H telah meninggalkan kita, kini memasuki bulan Syawwal dengan semangat baru untuk meningkatan prestasi ibadah dan prestasi karya kita khususnya dalam membimbing siswa-siswa kita dengan ilmu dan pengetahuan yang bermakna sehingga mereka kelak siap menghadapi kehidupan di kemudian hari. Tentunya kita senantiasa berdoa kepada Allah SWT. Taqobballahu minna waminkum. Semoga amal ibadah yang telah kita lakukan khususnya dalam Bulan Ramadlon dapat diterima Allaw SWT. Amin.

Bapak/Ibu yang di muliakan Allah SWT.
Perjalanan kita dalam mengelola SMK Muhammadiyah Kudus sejak tahun 1993 tentu diharapkan akan menambah kedewasaan kita dalam bersikap dan berperilaku. Dengan kerja keras kita bersama dan dukungan penuh dari semua pihak yang terkait telah menghantarkan sekolah kita pada tahun 1996 menjadi SMK Standar Nasional dan tahun 1997/1998 sd sekarang mejadi Rintisan SMK Bertaraf Internasional, sebuah mahkota tertinggi dalam Dunia SMK. Hal ini patut kita syukuri karena image tersebut membawa SMK kita patut diperhitungkan dengan konsekuensi mendapatkan bantuan dalam 3 tahun terakhir lk 1 Milyar tiap tahun.
Hal ini dapat kita raih tentunya dengan kebersamaan dan kerukunan kita serta dukungan yang optimal dalam mengelola sekolah ini. Mudah-mudahan hal ini akan terus terpelihara pada waktu-waktu yang akan datang.

Bapak/Ibu yang dimuliakan Allah SWT.
Selama kurang lebih 5 tahun terakhir bila dalam memimpin sekolah ini terdapat kekurangan dan kekhilafan, ada kebijaksanaan yang kurang berkenan dihati Bapak/Ibu semua, dengan ketulusan hati sanubari Bapak/Ibu mohon bisa memberikan keihlasan dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Saya yakin masih belum bisa memenuhi harapan dari Bapak/Ibu semuanya khususnya keluarga besar SMK Muhammadiyah Kudus. Demikian juga harapan saya, masukan-masukan dan saran senantiasa kami harapkan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk lebih meningkatkan kepemimpinan di masa yang akan datang.

Bapak/Ibu yang dimuliakan Allah SWT.
Pada kesempatan ini saya mengucapkan selamat kepada Bp. EKo Wahyudi, ST. MKom, Bp. Anteng Widodo, ST. M.Kom, Ibu Eka Ida Indriani, MPd. yang telah menyelesaikan Studi S2, Bp. Mujtahid, S.Ag. dan Bp. Salim, S.Pd. yang sedang menyelesaikan Tesis S2, dan 6 guru yang sedang menempuh S2 di UMK .
Juga Tim Inovasi Kreatif MO, Bp. Singgih, Bp. Maksum, Bp. Kustijono, Sukarman, Ridwan, SPd, Suraji, dll, yg telah membuat karya-karya TTG inovatif yang mengarumkan nama sekolah. Bp. Nur Akhid& Istri, yang akan menunaikan ibadah haji.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, mohon maaf bila ada kesalahan. Fastabiqul Khoirot. Nasrun minnallahi wa fatun qorib.
Wassalamu’alaikum wr. Wb.

 

Bintek Pendampingan Akreditasi SMK RSBI September 1, 2010

Filed under: Tak Berkategori — purwanta @ 5:18 am

Catatan mengikuti Bintek Akreditasi SMK RSBI yang dilaksanakan Direktorat Pembinaan SMK Tahun 2010.
Bp. Mustaghfirin Amin (Kasubdit Pembelajaran)
1. 75% SMK tahun 2014 harus diakreditasi hasilnya minimal B.
2. Pola pendampingan dalam menyiapkan diri, memuaskan pelanggan dan melaksanakan akreditasi
3. 9 SMK RSBI merupakan pilot untuk menyusun panduan, persiapan dan pendamping lalu evaluasi diri shg sukses ikut akreditasi

 

Rapat MKKS – 1 Juni 2010 Juni 5, 2010

Filed under: Manajemen — purwanta @ 6:24 am

OSTN Propinsi :

1. KIS : SMKN2 Kudus

2. Kimia : SMK Duta Karya

3. Fisika : SMK Muhammadiyah Kudus

4. Biologi : SMKN 3 Kudus

5. LH : SMKN 1 Kudus

6. Robot : SMK Assaidiyah Kudus

7. Matematina Teknik dan Non Teknik : Lomba, Koord. Drs. Sudirman dan Suyoto, BA.

UANG TRANPORT MKKS

1. Lokasi Semarang dan sekitar : 25o ribu

2. Lokasi Solo/Yogya dan sekitar : 500 ribu

Uang saku dan lain-lain ditanggung sekolah masing-masing

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.